About

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 02 Juli 2013

Tarian Khas Jawa Barat

Posted by okta tegar On 00.58 No comments
JAIPONG


asal usul tari jaipong – Jaipongan adalah sebuah aliran seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman Berasal dari Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannyapada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilumenjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragamgerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasiuntuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengannama Jaipongan. Sebagai tarian pergaulan, tari Jaipong berhasildikembangkan oleh Seniman Sunda menjadi tarian yangmemasyarakat dan sangat digemari oleh masyarakat Jawa Barat(khususnya), bahkan populer sampai di luar Jawa Barat.Menyebut Jaipongan sebenarnya tak hanya akan mengingatkan orangpada sejenis tari tradisi Sunda yang atraktif dengan gerak yangdinamis. Tangan, bahu, dan pinggul selalu menjadi bagian dominandalam pola gerak yang lincah, diiringi oleh pukulan kendang. Terutamapada penari perempuan, seluruhnya itu selalu dibarengi dengansenyum manis dan kerlingan mata. Inilah sejenis tarian pergaulandalam tradisi tari Sunda yang muncul pada akhir tahun 1970-an yangsampai hari ini popularitasnya masih hidup di tengah masyarakat.
Sejarah Tari Jaipong
Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruhyang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Di Jawa Baratmisalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yangbiasanya dalam pertunjukan tari-tari pergaulan tak lepas darikeberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulantidak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan ataucara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki dayatarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tariKetuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakankesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukanrakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur sederhana,seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tigabuah ketuk, dan gong. Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yangtidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhanasebagai cerminan kerakyatan.Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantanpamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukanKetuk Tilu / Doger / Tayub) beralih perhatiannya pada senipertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat(Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenaldengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupunperistiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan keseniansebelumnya (Ketuk Tilu / Doger / Tayub). Dalam pada itu, eksistensitari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya diKarawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tariandalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masihmenampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung unsurgerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerakmincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan.Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu,Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.
tata buasana tari jaipong
tata busana tari jaipong, naskah drama tentang musuh jadi sahabat,contoh tentang makalah angin, bagaimana peramal bisa meramalkansesuatu, tulisan arab dakwah mukadimah, contoh kasus zina, makalahtentang peranan istri dalam keluarga, pengaruh budaya korea thdperkembangan remaja indonesia, Teks dakwah munafik, hubunganfilsafat dengan etika, makalah hardiknas, pakistani perkawinan, karyaseni mancanegara di mesir, narasi hardiknas, perbandingan konstitusiantara indonesia dengan negara rrc, kebencian dalam berwirausaha,kepribadian yang buruk, psikologi agama tentang doa berdoa, ceritatari tani, bugil dancer, pengertian legislatif, makalah rapi, karanganpendidikan berkarakter, sisi negatif & sisi positif kontes keantikan,MAKALAH SEJARAH PEMBENTUKAN ISLAM DI IRAN, ciri ciri tarikelompok, hadist tentang kebersihan lingkungan, contoh kebencian,contoh doa hadiknas islam 2 mei, peran pemuda nu dalammembangun bangsa, kumpulan puisi ayah, contoh drama bahasa jawa6 orang, pengertian melting pot, makalah contoh konflik antar ras,contoh dakwah tentang munafik, cerita wayang modern, gaunperpisahan, tata rias tari jaipong, teori poligami, austria perang dingin,foto putri vinata, dampak dari demonstrasi, makalah berbagai jenisdan prinsip riba,

sumber : http://budayaindo.com

0 komentar:

Posting Komentar

Site search

    Followers

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Visitor

    Ikut