About

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 03 Juli 2013

bulu tangkis indonesia kembali bersinar

Posted by okta tegar On 04.00 1 comment

Sinar Kejayaan Bulutangkis Indonesia Makin Terang



Dengan kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di All England 2013, kejayaan bulutangkis Indonesia kini semakin tergambar nyata.

Namun, lebih dari itu, pasukan Pelatnas Cipayung membuktikan, Indonesia bukan lagi negara kelas dua di persaingan bulutangkis dunia. Indonesia tidak lagi bisa diremehkan seperti dua tahun lalu.

Prestasi Indonesia di ajang turnamen tertua di dunia ini menunjukkan persiapan matang disertai motivasi yang luar biasa tinggi. Sektor ganda campuran bisa melangkah lebih baik dengan bekal prestasi yang sebelumnya juga telah mumpuni. Inilah satu-satunya sektor yang sempat begitu diandalkan untuk mendulang prestasi di tahun 2012.

Yang lebih mantap, Tontowi/Liliyana tak perlu berjuang sendiri karena ada pasangan ganda lain yang bisa bertahan. Selain itu, kehadiran pasangan non-pelatnas Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet sebagai lawan tangguh Tontowi/Liliyana di babak semifinal All England juga bisa menjadi contoh baik bahwa Indonesia masih yang terbaik di bulutangkis.

Artinya, pembenahan sistem pembinaan para pemain Pelatnas Cipayung berbuah manis diikuti geliat para pemain non-pelatnas yang semakin gemilang.

Dua pembinaan yang tercipta, baik secara terpusat di dalam Pelatnas Cipayung maupun secara perseorangan, akhirnya memunculkan banyak pemain dengan prestasi memukau di turnamen individu. Mereka-mereka dengan prestasi menawan itu tentu tak bakal menyulitkan di saat Indonesia membutuhkan tim terbaik saat berlaga di turnamen beregu (seperti Piala Thomas-Uber dan Piala Sudirman) atau turnamen di ajang kejuaraan multicabang seperti Olimpiade.

Catatan prestasi yang ditorehkan di All England tahun 2013 ini seharusnya bisa menjadi tolok ukur kebangkitan bulutangkis Indonesia. Sejak tahun 2003, belum pernah ada begitu banyak wakil Indonesia yang bisa bertahan sampai dengan babak perempatfinal. Bahkan, kerap kali perwakilan Indonesia langsung gugur layu di babak-babak pertama, paling jauh kedua.

Namun, tidak untuk tahun ini. Delapan wakil Indonesia bisa bertahan sampai di babak perempatfinal. Salah satunya pemain tunggal putri Lindaweni Fanetri, yang menjadi satu-satunya tunggal putri yang bertahan setelah sejak tahun 2003. Sayang Linda kemudian kalah dari Tine Baun asal Denmark.

Meski kalah, Linda menunjukkan sektor tunggal putri bisa bangkit dari keterpurukan. Semenjak kehilangan peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, Maria Kristin Yulianti, sektor ini semakin sulit mengejar sukses seperti yang pernah diraih di era kejayaan Susi Susanti dan Mia Audina di era 1990-an.
 
Wakil Indonesia lainnya yang bertahan cukup lama adalah pemain tunggal putra, Tommy Sugiarto. Kehadirannya di babak perempatfinal menjadi sedikit penutup luka setelah Sony Dwi Kuncoro — yang lebih diharapkan — justru harus terseok akibat cedera.

Pasangan tumpuan harapan Indonesia di sektor ganda putra, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, juga sedikit meleset setelah terhadang di babak semifinal.

Indonesia menempatkan dua wakil dari pemain non-pelatnas. Ada ganda campuran Markis Kido/Pia Zebadiah yang kemudian bertahan sampai babak semifinal dan akhirnya tunduk dari Tontowi/Liliyana. Pia juga bisa bertahan sampai babak perempatfinal di sektor ganda putri bersama dengan pasangannya Rizki Amelia Pradipta. Keduanya lalu kandas di tangan ganda putri Cina, Ma Jin/Tang Jinhua.

Yang jelas, sektor ganda campuran memang patut diberikan penghargaan karena bisa konsisten dengan kehadiran wakil terbanyak. Tiga dari empat pasangan ganda campuran yang lolos sampai perempatfinal bisa bertahan sampai babak semifinal. Sayangnya, hanya satu yang bertahan sampai final dan akhirnya meraih gelar juara yaitu Tontowi/Liliyana.

Yang luar biasa, Muhammad Rijal/Debby Susanto yang bisa menggilas ganda campuran unggulan pertama asal Cina, Zu Chen/Ma Jin dalam pertarungan sengit yang berujung pada kemenangan 16-21, 21-13, 21-18. Namun, seperti Fran Kurniawan/ Shendy Puspa Irawati — yang lebih dulu kandas di perempatfinal — Rijal/Debby juga dijegal lawan Tontowi/Liliyana di babak final, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Beruntung Tontowi/Liliyana tak mau senasib dengan kedua pasangan “korban” ganda Cina itu. Gelar juara memang harus tetap bersama mereka yang juga sudah dimenangkan pada tahun 2012. Satu kali lagi, Tontowi-Liliyana bisa mengejar rekor milik mantan pasangan Korea Selatan, Park Joo-bonghung Myung-hee, yang pernah merebut tiga gelar beruntun pada 1989 hingga 1991. Catatan kemenangan back to back sebelumnya juga pernah  dibuat oleh pasangan ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada tahun 1995 dan 1996.

Itulah era di saat Indonesia mampu merajai kembali bulu tangkis dunia setelah lepasnya era Rudi Hartono. Di tahun 1996, Indonesia menempatkan masing-masing wakilnya secara bersamaan di puncak peringkat dunia. Dengan modal gelar juara ini, Tontowi/Liliyana menjadi kandidat kuat sebagai Most Valuable Player of the Year dari PB PBSI. Bayang-bayang hadiah sebesar Rp1 miliar tentu menjadi salah satu motivasi yang membuat mereka semakin haus gelar di turnamen selanjutnya. 

1 komentar:

  1. Saya mau mengucapkan terima ksih g tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada AKI JEYAPATI , saya sudah kerja sebagai TKI selama 5 tahun di singapore, dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi setiap bulan harus mengirim ortu di jawa, sudah lama saya mengetahui roomnya AKI ini, juga sudah lama mendengar nama besar aki, tapi saya termasuk orang yg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng Saja.
    tetapi kemarin waktu pengeluaran 8924 , saya benar2 tidak percaya & hampir pingsan, angka yg diberi aki 8924 ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya terlantar di singapore, tidak ada ongkos pulang, terus beliau bantu kasih angka 8924 setelah saya bantu mahar 8 juta.mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapidengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan januari, ternyata meledak….!!!
    dapat BLT 750jt, sekali lagi terima kasih banyak AKI JEYAPATI, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana minggu depan mau pulang aja ke sukabumi.buat aki,saya tidak akan lupa bantuan& budi baik aki.HUBUNGI AKI JEYAPTI DI NO INI 0852-4228-0055 KLIK TOGEL 2D 3D 4D 6D DISINI

    BalasHapus

Site search

    Followers

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Visitor

    Ikut